KISAH ASHABUL UKHDUD dalam surah Al-Buruj.

May 16, 2013 § Leave a comment

 

Kisah ini sangat penting untuk dijadikan rujukan dan ikutan kepada pemuda-pemudi Islam zaman ini kerana ia mengisahkan seorang pemuda yang berani kerana Allah s.w.t, hatta ditaruhkan nyawa sekalipun. Ilmu yang benar akan memimpin kita kepada Allah s.w.t, dan ini lah yang di ajarkan oleh pendeta (ahli Ibadat) sedangkan ilmu yang diajarkan oleh ahli sihir istana adalah bathil semata-mata. Tawaqqal dan berserahnya pemuda itu kepada Allah s.w.t menyebabkan bukan sahaja dia seorang, malah keseluruhan rakyat mendapat hidayah dan beriman kepada Allah s.w.t. . Kita dapat mengikuti kisah pemuda ini tertera dalam Surah Al-Buruj dan diterangkan dengan jelas oleh Nabi kita Muhammad s.a.w dalm hadith baginda seperti berikut ;

Shuhaib bin Simaan Arrmmi ra. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Di masa dahulu ada seorang raja (Yahudi) yang mempunyai seorang yang ahli sihir, kemudian ketika ahli sihir telah tua ia berkata kepada raja: “Kini aku telah tua dan mungkin telah dekat ajalku, karena itu anda kirim kepadaku seorang pemuda yang dapat aku ajarkan kepadanya ilmu sihir”
Maka raja berusaha mendapat seorang pemuda untuk mempelajari ilmu sihir itu, sedang di tengah jalan antara tempat ahli sihir dengan rumah pemuda itu ada tempat seorang pendeta (ahli ibadah) yang mengajar agama, maka pada suatu masa pemuda itu singgah di tempat pendeta untuk mendengarkan pengajiannya, maka ia tertarik dengan ajaran pendeta itu sehingga jika ia terlambat datang kepada ahli sihir dia akan dipukul, dan bila terlambat kembali ke rumahnya juga dia dipukul, maka ia mengadu tentang kejadian itu kepada pendeta.
Maka diajar oleh pendeta jika terlambat datang kepada ahli sihir supaya berkata aku ditahan oleh ibuku, dan bila terlambat kembali ke rumah katakan: Aku ditahan oleh ahli sihir.

Maka berjalan beberapa lama kemudian itu, tiba-tiba pada suatu hari ketika ia akan (hendak) pergi, mendadak (tiba-tiba) di tengah jalan ada seekor binatang buas sehingga orang-orang (ramai) tidak berani jalan di tempat itu, maka pemuda itu berkata: “Sekarang aku akan mengetahui yang mana lebih yang lebih baik di sisi Allah apakah ajaran pendeta atau ajaran ahli sihir”, lalu ia mengambil sebutir batu dan berdoa “Ya Allah jika ajaran pendita itu lebih baik di sisimu maka bunuhlah binatang itu supaya orang-orang dapat lalu lalang di tempat ini”.Lalu dilemparkanlah batu itu, dan langsung terbunuh binatang itu. Dan orang ramai gembira karena telah dapat lalu lintas di jalan itu.

Maka ia langsung memberitakan kejadian itu kepada Rahib (pendita), maka berkatalah Rahib itu kepadanya : “Anda kini telah afdhat (pesan) daripadaku, dan anda akan diuji, maka jika diuji jangan sampai menyebut namaku”. Kemudian pemuda itu dapat menyembuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit yang berat-berat pada semua orang.

Ada seorang pembesar dalam majlis raja dan dia telah buta karena sakit mata, ketika ia mendengar berita bahwa ada seorang pemuda dapat menyembuhkan pelbagai macam penyakit maka ia segera pergi kepada pemuda itu sambil membawa hadiah yang banyak, sambil berkata: “sembuhkan aku, dan aku sanggup memberikan kepadamu apa saja yang anda suka”.

Jawab pemuda itu: “Aku tidak dapat menyembuhkan seseorang pun sedang yang menyembuhkan hanya Allah azza wajalla, jika engkau mahu beriman (percaya) kepada Allah, maka aku akan berdoa semoga Allah menyembuhkan mu”.

Maka langsung dia beriman kepada Allah dan didoakan oleh pemuda dan seketika itu juga ia sembuh dengan izin Allah s.w.t.
Kemudian ia kembali ke majlis raja sebagaimana biasanya, dan ditanya oleh raja
“Hai Fulan siapakah yang menyembuhkan matamu” Jawabnya “Rabbi (Tuhanku)”.
Raja bertanya: “Aku?”.
Jawabnya “Bukan, tetapi Tuhanku dan Tuhanmu iaitu Allah”.
Ditanya oleh Raja “Apakah anda mempunyai Tuhan selain Aku?”
Jawabnya “Ya, Tuhan ku dan Tuhanmu ialah Allah”.

Maka disiksa oleh raja seberat-beratnya siksa sehingga terpaksa ia memberitahu raja itu akan pemuda yang mendoakannya untuk sembuh itu.

Maka segera dipanggil pemuda itu lalu berkata “Hai anak sungguh hebat sihirmu sehingga dapat menyebuhkan orang buta dan sopak dan berbagai macam penyakit”

Jawab pemuda itu “Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapa pun, hanya semata-mata Allah azza wa jalla”. Raja itu pun bertanya “Adakah aku?”, “Tidak” jawab permuda itu. maka tanya raja itu “Adakah engkau ada tuhan lain selain aku?” Jawab pemuda “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu hanya Allah”. Maka pemuda itu ditangkap dan disiksa seberat-beratnya sehingga terpaksa dia menunjukkan pada Rahib yang mengajarnya. Maka dipanggil Rahib dan dipaksa untuk meninggalkan agamanya, tetapi Rahib tetap bertahan dan tidak mahu beralih agama, maka diletakkan gergaji di atas kepalanya dan digergaji dari atas kepalanya hingga terbelah dua badannya.

Kemudian kembali pemuda itu diperintah untuk meninggalkan agama yang dianutnya (agama Islam), tetapi pemuda ini juga menolak perintah raja, Maka raja memerintahkan supaya pergi ke puncak gunung dan di sana juga supaya ditawarkan kepadanya untuk meninggalkan agamanya dan mengikuti agama raja, jika tetap menolak supaya dilempar dari atas gunung itu, maka ketika telah sampai di atas gunung dan ditawarkan kepadanya pemuda untuk berubah agama, dan ditolak oleh pemuda itu. Kemudian pemuda itu berdoa “Allahumma ikfinihim bimaa syi’ta: (Ya Allah selesaikanlah urusanku dengan mereka ini dengan aku sehendak-Mu)”. Tiba-tiba gunung itu bergoncang sehingga mereka berjatuhan dari atas bukit dan mati semuanya, maka segeralah pemuda itu kembali menemui raja, dan ketika ditanya: “Manakah orang-orang yang membawamu?”. Jawabnya: “Allah yang menyelesaikan urusan mereka”.

Lalu pemuda itu diperintah untuk membawanya ke laut dan naik perahu, bila telah sampai di tengah laut ditanyakan padanya jika ia mau mengubah agama, jika tidak maka lemparkan ke dalam laut dan ketika telah sampai di tengah laut pemuda itu berdoa: “Allahumma ikfinihim bimaa syi’ta”, maka tenggelamlah orang yang membawanya semuanya dan segeralah pemuda kembali menghadap raja. Dan ketika ditanya oleh raja “Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?” Jawabnya: “Allah yang menyelesaikan mereka”.

Kemudian pemuda itu berkata kepada raja “Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika engkau menurut perintahku maka dengan itu engkau akan dapat membunuhku” Raja bertanya: “Apakah perintahmu?” Jawab pemuda: “Kau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu engkau gantung aku di atas tiang, lalu anda ambil anak panah milikku ini dan kau letakkan di busur panah dan membaca: Bismillahi Rabbil ghulaarn (Dengan nama Allah Tuhan pemuda ini), kemudian anda lepaskan anak panah itu, maka dengan itu anda dapat membunuhku”. Maka semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh raja, dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusap dengan tangannya dan langsung mati, maka semua orang yang hadir berkata: “Aamannaa birrabil ghulaam (Kami beriman kepada Tuhannya pemuda itu)”. Sesudah itu ada orang memberitahu kepada raja bahwa semua rakyat telah beriman kepada Tuhannya pemuda itu, maka bagaimanakah usaha untuk menghadapi rakyat yang banyak ini. Maka raja memerintah supaya di setiap jalan digali parit dan dinyalakan api, dan tiap orang yang berjalan di sana, dan ditanya lentang agamanya, jika ia telap setia pada kami biarkan, tetapi jika ia tetap percaya kepada Allah masukkanlah ia ke dalam parit api itu.

Maka adanya orang berjejal-jejal (berbaris-baris) dorong mendorong yang masuk di dalam parit api itu, sehingga tiba seorang wanita yang menggandong(membawa) bayinya yang masih menyusu, ketika bayinya diangkat oleh pengikut-pengikut raja untuk dimasukkan kedalam parit berapi itu, wanita itu hampir menurut mereka berganti agama karena sangat belas kasihan pada anaknya yang masih kecil itu, tiba-tiba anak bayi itu berbicara dengan suara lantang: “Sabarlah hai ibuku karena kau sedang mempertahankan yang hak.
(H.R. Ahmad, Muslim dan Annasa’i)

Berkata Ibnu Abbas kisah ini berlaku 70 tahun sebelum Nabi saw.

Semoga pemuda-pemudi Islam kita akan mengambil iktibar dan pedoman dari kisah yang hebat ini.


 http://islamic-world.net/youth/ashabul_ukhdud.htm

Advertisements

Kata Mutiara di Film Detective Conan

May 6, 2013 § Leave a comment

akhir-akhir ini jadi seneeeng banget nonton film Detective Conan. berawal dari iseng-iseng buka file di hard disk. niatnya nonton satu kali,  eh malah ketagihan… -_-

eh, betewe, salah satu hal yang bikin ketagihan nonton detective conan adalah banyak kata-katanya yang keren banget. full of inspiration and motivation.. 🙂 plus sekalian nostalgia masa kecil dahulu, nonton bareng detective conan setiap hari minggu bareng kakak di rumah…

Silakan sobat simak kata mutiara Detective Conan berikut ini.

Yang paling menakutkan adalah hati manusia. Disana bisa tumbuh kebencian yang terdalam dan kesunyian yang terpekat bersembunyi. (Shinichi Kudo)Pertandingan adalah takdir waktu! Kadang bisa kalah. (Profesor Agasa)

Segala sesuatu itu mempunyai pola, bahkan benang kusut sekalipun. (Shinichi Kudo)

Manusia tak akan bisa menahan lajunya waktu. Jika memaksa memutarnya, manusia akan mendapat hukuman…(Ai Haibara)

Kalau lari terus, aku tak akan menang!! (Ayumi Yoshida)

Detektif juga manusia, bukan Tuhan yang tahu segala… (Shinichi Kudo)

Mengandalkan seseorang tanpa berusaha lebih dulu itu tidak baik. Di sini, lebih baik kita saja yang melakukan sesuatu. Sebab, suatu saat, mungkin tidak ada lagi orang yang bisa diandalkan… (Jodie Saintemillion)

Kejar terus bintang sampai batas akhir! (Chiba)

Walaupun aku harus hilang dari hatinya, aku harus tersenyum seperti anak kecil. (Conan Edogawa)

Hidup itu pendek… Tidak ada yang tahu kapan manusia akan mati… (Heiji Hattori)

Keberanian adalah kata kebenaran untuk membangkitkan semangat diri… Tidak boleh digunakan sebagai alasan membunuh orang… (Ran Mouri)

Seorang pengkhianat tak akan punya tempat… (Ai Haibara)

Kalau hitam dan hitam bersatu, tetap saja jadi hitam. (Gin)

Jangan lari dari takdirmu sendiri… (Conan Edogawa)

Sembunyi dengan rasa takut karena mungkin suatu saat akan ditemukan, sangat menyengsarakan… (Ai Haibara)

Benda yang tersisa kecuali yang tidak ada, semuanya tak bisa dipercaya.  (Shinichi Kudo)

Sama saja seperti mesin penjual jus kaleng. Kau akan bisa melepaskan dahaga jika kau masukkan uangmu, tapi tanpa uang, kau tak akan mendapatkan apapun! Uang tak bisa membeli hati manusia… (Ai Haibara)

Aku tahu itu sulit untuk diungkapkan, tapi sebagai pria, kau harus berani dan kau harus mengatakannya… (Ran Mouri)

Bagaimana bisa orang yang membunuh dengan senyuman dikatakan orang baik?! (Jodie Saintemillion)

Jangan menilai orang dari luar… Seperti mawar yang indah yang memiliki duri, semakin baik orang dilihat dari luar, semakin perlu kau ragukan hatinya… (Ai Haibara)

Seandainya saja pembunuh hanya berada didalam game dan drama TV… Sebab, perasaan kehilangan seseorang tidak bisa dibandingkan dengan perasaan di game dan drama TV… (Kogoro Mouri)

Jalan yang kau tempuh, harus indah seperti bunga dan kuat seperti pohon.  (Sanjuro Tsurugi)

Tentara yang kuat seperti apapun, saat kesulitan pasti akan melihat kearah komandannya. (Kaito Kid)

Tahu isinya sebelum membuka, itulah detektif. (Conan Edogawa)

Biarkanlah rahasia tetap menjadi rahasia… (Kaitou Kid)

Kalau cuma bicara mimpi, kita tak akan bisa melihat kenyataan. (Conan Edogawa)

Sepertinya terpisah oleh langit dan bumi.. Tapi kalau diselidiki asalnya, mereka sama-sama orang lancang yang menggunakan kunci bernama keingintahuan untuk membongkar sesuatu yang tersembunyi dari manusia… (Kuroba Kaitou)

Kenyataan selalu hanya ada satu. (Shinichi Kudo)Alasan untuk membunuh orang itu banyak, tapi tidak diperlukan alasan untuk menolong seseorang. (Shinichi Kudo)

Sekalipun itu ditempatkan di telapak tangan kita, bukan berarti kita dapat menggegamnya. (Conan Edogawa)

Kekaguman lebih baik hanya tetap menjadi kekaguman kalau terlalu dekat bisa seperti ikarus yang jatuh ke bumi karena sayapnya terbakar matahari. Bencana bisa menimpa diri kita. (Yuko Arisawa)

Yakin akan tetap hidup sebelum kematian dipastikan datang adalah sikap seorang detektif sejati. (Natsuki Koshimizu)Yang bisa membuat tendangan penalti meleset, hanyalah orang yang mempunyai keberanian untuk melakukan tendangan penalti. (Conan Edogawa)

Kata-kata adalah pedang. Jika salah menggunakannya akan mengubahnya menjadi senjata yang tajam. (Shakuren)

Nyawa bukan masalah orang lain atau diri sendiri!! Itu adalah benda berharga yang tak oleh direnggut!! Orang bodoh yang mau menghabisiya sama saja dengan pembunuh!! Walaupun itu milik sendiri!! (Shizuka Ikenami)

Daripada masuk kuburan kehidupan karena menikah, aku akan lebih tenang jika terus menatap dari jauh tanpa cinta yang berbalas, mimpi pun tak akan hancur karenanya. (Terumi Hoshino)

Waktu adalah hal yang mengerikan, sebab kesedihan dan kegembiraan pun akan pergi dan hilang bersamanya. (Masuyo Mamiya)

Yang namanya keadilan bukanlah hal kecil yang bisa diucapkan sembarangan, melainkan hal yang dipendam teguh di dalam hati kita sendiri. (Miwako Sato)

Wanita akan menatap pria kalau ada sesuatu di wajahnya atau jatuh cinta padanya. (Yukiko Kudo)

Trik adalah puzzle yang dibuat manusia. Jjika manusia mau memeras otak, suatu saat pasti bisa mendapat jawaban yang logis.(Shinichi Kudo)

Kalau itu kenangan yg berarti, jangan dilupakan. Sebab jika manusia mati, mereka hanya bisa hidup dalam kenangan orang lain. (Matsuda Jinpei/Wataru Takagi)
Jika ditempat itu ada detektif, kejahatan sempurna tak mungkin dilakukan. (Conan Edogawa)
Aku akan membersihkan kejahatan ini, dan Jepang akan sempurna. (Kogoro Mouri)
Walaupun aku harus hilang dari hatinya, aku harus tersenyum seperti anak kecil. (Conan Edogawa)
Naluri detektif, bisa merasakan hawa mereka yang memiliki nafsu membunuh! (Conan Edogawa)
Bodoh! Dikatakan pembunuhan karena manusia yang melakukannya! Juga, tidak ada hal yang mustahil! (Heiji Hattori)
Rahasia adalah modal seorang pria… (George Kirishima)
Jika kita menang karena ini, kita bisa jadi legenda! (Shinichi Kudo)
A secret makes a woman woman! (Jodie Starling / Sharon Vineyard)
Sembunyikan kepala, tapi tidak sembunyikan pantat. (Jodie Santemillion/Starling)
I wasn’t PRETENDING not to be able to speak English. Did silence work better than your funnily disguised Japanese? (Heiji Hattori)
Sekalipun itu ditempatkan di telapak tangan kita, bukan berarti kita dapat
menggegamnya.. (Conan Edogawa)Matahari senja, sampai kapan aku akan bertemu lagi dengan warna menyedihkan ini? (Ai Haibara)

Nyawa manusia itu berharga karena ada batasnya. Batasan itulah yang bisa membuat seseorang berjuang dalam hidupnya. (Heiji Hattori)
walaupun hal yang tersisa setelah kau menyingkirkan hal yang mustahil adalah hal yang mustahil pula, itulah kebenarannya! (Sherlock Holmes)Even if you are facing a bitter aspect of life.. Drugs and murder are foul without any excuse… (Conan Edogawa)

Ridwan Kamil yang Saya Kenal

May 2, 2013 § Leave a comment

Saya rindu pemimpin dengan narasi yang kuat, dilengkapi dengan kapasitas teknis. bukan politisi yang gemar diskusi, debat dan berkelakar namun minim konsep dan realisasi. Semoga Menang Kang Emil!. semoga #BandungBerkebun dapat menginspirasi depok untuk membuat gerakan serupa 🙂

Catatanku

emilKolega saya sesama dosen ITB, Ridwan Kamil, dicalonkan menjadi Walikota Bandung periode 2013 – 2018. Muhammad Ridwan Kamil atau panggilannya Emil adalah seorang arsitek kawakan, karya-karya arsitekturnya bertebaran di berbagai negara, seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan tentu saja di Indonesia sendiri (selengkapnya baca di sini dan di sini). Dua diantara karya arsitekturnya sudah pernah saya kunjungi. Yang pertama ketika saya ke kota Banda Aceh, di sini saya menyempatkan diri mengunjungi Museum Tsunami yang megah itu, dan yang kedua ketika saya ke Kota Baru Parahyangan di daerah Padalarang Bandung, di sini saya shalat di Masjid Al-Irsyad yang bentuknya unik.

Saya kenal si Emil sejak dia ikut Bimbel Karisma Salman ITB. Tahun 1989-1991 ketika saya duduk di tingkat akhir di ITB, saya menyibukkan diri (sok sibuk! :-)) sebagai pengajar Bimbel untuk siswa-siswi SMP/SMA di Bimbel Keluarga Remaja Islam Masjid Salman (Karisma) ITB. Murid-murid saya banyak…

View original post 1,536 more words

Tekanan Tinggi Kaderisasi

May 1, 2013 § Leave a comment

–>


“Evaluasi, evaluasi,…”
“Bang, tadi pleno kemana,  antum di bagian eval ya”
“Daurah Marhalah adalah program yang tidak main-main! Kalau antum tidak serius, tidak usah komsat mengadakan ini!”

kalimat-kalimat ini terus berputar dikepalaku. Tak pernah terbayang, mengapa aku bisa dilibatkan menjadi Tim Eval dalam Daurah Marhalah 1 KAMMI. Status DM1 pun sebenarnya aku belum lulus seutuhnya, lulus bersyarat, masih ada prsyaratan yang masih belum aku penuhi. Secara administratif aku sangat tidak pantas menyandang status sebagai kader KAMMI… IJDK, Hafalan, Amalan yaumi, akhlaq, dan sering maksiat.. Ya Allah…

Dalam sebuah organisasi kaderisasi dan kerja ini,  harokatul tajnid wa harokatul ‘amalDM 1 bukanlah agenda yang main-main. Disinilah pintu pertama kaderisasi dimulai. Disini kami ditempa, diperkenalkan dengan sebuah Jalan Perjuangan, yakni jalan cinta para pejuang. Inilah mengapa, mereka alumni-alumni KAMMI, sesibuk apapun dinamika aktivitas mereka, kontribusi mereka selalu hadir. Karena kesadaran bahwa disinilah rahim dimana mujahid peradaban dilahirkan.

Jika Ada seribu orang yang berjihad dijalan Allah
maka salah satunya adalah aku…
jika ada seratus orang yang berjihad dijalan Allah
maka salah satunya adalah aku…
Jika ada sepuluh orang yang berjihad dijalan Allah
maka salah satunya adalah aku…
Jika ada satu orang yang berjihad dijalan Allah
maka itulah aku…
Jika sudah tidak ada lagi orang yang berjihad dijalan Allah
maka saksikanlah, bahwa aku telah mati syahid!
AllahuAkbar!

-Ikrar Mujahid
DM 1 KAMMI Komisariat IT Telkom
Lembang, 2011

Kekuatan seorang mujahid adalah kekuatan iman. Kekuatan keyakinan atas jaminan kemenangan Allah. Kekuatan ini berkaitan dengan tiga penyangga, kekuatan fikriyah, kekuatan ruhiyah dan kekuatan jasadiyah.
Lantas Apa tugas Tim Eval? Sudah jelas, MENGEVALUASI semua kekuatan ini.
Tim eval bertanggung jawab atas kapasitas dan kekuatan kader baik kekuatan fikriyah, ruhiyah dan jasadiyah. Tim eval bebas memberi hukuman!, dan memang HARUS memberikan hukuman atas ketidakdisiplinan kader. Termasuk dalam hal yaumiyah dan hafalan. (padahal ini ibadah vertikal, sungguh hanya Allah yang pantas membalas atau menghukum atas kelalaian dalam perkara ini… Ya Allah).

“Yaa Ayyuhalladzii na aamanu lima takuluu na maa laa taf ‘aluun..
Kaburomaqtan indallaahi antaquluu ma laa taf’aluun”

Wahai Orang-orang beriman, mengapa engkau mengatakan apa yang tidak engkau kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.

(Ash- Shaffat : 2-3)

Astagfirullah.. Ya Allah… jangan jadikan amanah ini menjadi jalan menuju neraka-Mu..

Ya Allah, Jagalah niat kami, masukanlah kami kedalam golongan orang-orang yang engkau beri kemenangan…

Where Am I?

You are currently viewing the archives for May, 2013 at keep running in the rain.