TSSR Survey

April 6, 2013 § Leave a comment

DSC00075

ada yang gak bisa saya lupain dari liburan tahun 2011 lalu, saya yang penasaran banget sama dunia real telekomunikasi, ketemu sama Paman yang seorang engineer telekomunikasi.

berawal dari ngobrol, curcol dan diskusi sedikit tentang dunia telco sesungguhnya, akhirnya saya diberi kesempatan untuk ikut “nyusup” ke dalam tim beliau. ngikut jalan-jalan ke site dan ikut merasakan gimana rasanya ada di sebuah tim proyek telekomunikasi.

Proyek yang saat itu berlangsung adakah penambahan jaringan broadband operator Telkoms*l. dengan pelaksana vendor Nokia Siemens Network.

Nah, disini akhirnya saya semakin mengerti hierarki/Layering bagaimana bisnis telekomunikasi bergulir. Setidaknya ada 3 pihak swasta yang bermain dalam suatu bisnis telekomunikasi.

1. Operator: operator menyediakan layanan bagi pelanggan. operator secara langsung bertatap muka dengan pelanggan. Indonesia memiliki operator yang sangat banyak dibanding negara lain. sekitar 9 operator bersaing di Indonesia, makanya wajar kalo harga layanan makiiiin murah. karena persaingannya ketat banget. Keras Bos!

operator di Indonesia diantaranya Telkomsel, XL axiata, Three, Indosat, dan lain-lain. (sorry sob, gue gak dibayar buat ngiklanin 😛)

2. Vendor : menyediakan perangkat-perangkat telekomunikasi yang dibutuhkan operator. pemain-pemain vendor di dunia adalah industri besar dan global. diantaranya Ericsson, NSN, Huawei, ZTE, Alcatel-Lucent, Motorola dll.

3. Subcon : mengimplementasikan proyek yang dimiliki vendor. Subcon ini jumlahnya sangat banyak, dan persaingannya juga sangat ketat.

Kebetulan, saat itu proyeknya tentang 3G Broadband deployment di daerah Cirebon-Majalengka-Indramayu. tahap pertama adalah survey BTS existing dulu, kebetulan surveynya lagi brkaitan sama transmisi (disebutnya TSSR Survey)

DSC00053

BTS DCS 1800 Mhz, BTS eksisting punya Flexi.

DSC00025

menuju lokasi site berbekal software+handset TEMS & GPS

DSC00030

BTS itu perangkat di dalem shelter lhoo. bukan di tower..

DSC00072

kabel feeder

DSC00078

project checklist

DSC00035

baterai cadangan. ini paling sering dicuri gan. wah wah…

DSC00055

DSC00033

box alarm, kalo ada apa-apa, alarm ini bakal ngasih tahu ke operator (di BSC)

DSC00064

biar gak kepanasan, shelter juga dilengkapi sama AC loh…

DSC00070

selain BTS di shelter, ada juga BTS outdoor.

DSC00029

satu tower biasanya gak cuma dipake sama 1 operator. biar efisien dan gak kebanyakan tower, pemerintah bikin regulasi buat menggalakan sharing tower. makanya, di satu site, ada banyak BTS. masing-masing milik beberapa operator.

DSC00040

kabel feeder lagi. sama kayak kabel coaxial, cuma ini gede banget gan.. :O

kabel ini tahan dari serangan interferensi noise dari luar kabel

DSC00081

selalu dah ada rokok…. -__-

Tegakkan Kebenaran, Tuntaskan Perubahan

April 6, 2013 § Leave a comment

Tegakkan Kebenaran, Tuntaskan Perubahan

KAMMI IT Telkom 🙂

7 OSI Layer – Basic Fundamental Networking#1

April 6, 2013 § Leave a comment

untuk memahami dunia jaringan komputer, kita harus mengetahui model referensi standar yang disebut OSI (Open System Interconnections) seven-layer model.

Secara umum model OSI membagi jaringan dalam 7 lapisan. Ke tujuh model OSI adalah

Image

  1. Application
  2. Presentation
  3. Session
  4. Transport
  5. Network
  6. Data Link
  7. Physical

supaya lebih mudah mengingat, kita singkat menjadi Anak Pak Sugito Tidak Nakal Dan Pintar.

Kamu pasti punya cara menyenangkan sendiri untuk menghafalnya. Bisa dengan mengganti nama Pak S***** dengan nama orang lain yang paling fenomenal buat kamu. hehe.. lanjutt,

Keuntungan mengapa model OSI dibuat berlapis-lapis, diantaranya:

  • memudahkan siapa saja (khususnya pemula) untuk memahami cara kerja jaringan komputer secara menyeluruh
  • memecah persoalan komunikasi data yang rumit menjadi bagian-bagian kecil. Sehingga memudahkan proses Troubleshooting
  • memungkinkan vendor/pakar networking untuk mendesain dan mengembangkan hardware/software yang sesuai dengan fungsi/layer tertentu
  • Menyediakan standar interface bagi pengembangan perangkat multi-vendor
  • Adanya abstraksi layer, yang memudahkan pengembangan teknologi masa depan.

kalau kamu ingin menguasai networking atau ingin mengikuti tes CCNA, maka memahami model OSI adalah keharusan. Sangat dianjurkan untuk menghafal dan memahami fungsi masing-masing layer (cemungudh eaaa).

Layer Fungsi Contoh Protokol
Application

(informasi berbentuk data)

Menyediakan servis bagi berbagai aplikasi network NNTP, HL7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, FTP, Gopher, HTTP, NFS, NTP, RTP, SMPP, SMTP, SNMP, Telnet
Presentation
(informasi berbentuk data)
Mengatur konversi dan translasi berbagai format data, seperti kompresi dan enkripsi TDI, ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG, ASCII7
Session

(informasi berbentuk data)

Mengatur sesi (session) yang melipuri establishing (memulai sesi), maintaining (mempertahankan sesi), dan terminating (mengakhiri sesi) antar entitas yang dimiliki oleh Presentation layer SQL, X Window, Named Pipes (DNS), NetBIOS, ASP, SCP, OS Scheduling, RPC, NFS, ZIP
Transport

(informasi berbentuk segment)

Menyediakan end-to-end communication protocol. Bertanggung jawab atas “keselamatan data” dan “segmentasi data”, seperti : mengatur flow control (kendali aliran data), error detection (deteksi error), dan correcting (koreksi) dan data sequencing (ukuran data) dan size of the packet (ukuran paket) TCP, SPX, UDP, SCTP, IPX
Network

(informasi berbentuk packet)

Menentukan rute yang dilalui oleh data. Layer ini menyediakan logical addressing (pengalamatan logika) dan path determination (penentuan rute) IPX, IP, ICMP, Ipsec, ARP, RIP, IGRP, BGP, OSPF, NBF, Q.931
Data Link

(informasi berbentuk frame)

Menentukan pengalamatan fisik (hardware address), error notification (pendeteksi error), frame flow control (kendali aliran frame) dan topologi network.

Ada dua sublayer pada data link, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC)

LLC mengatur komunikasi seperti error notification dan flow control.

Sedangkan MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi antar-adapter

802.3 (Ethernet), 802.11a/b/g/n MAC/LLC, 802.1Q (VLAN), ATM, CDP, HDP, FDDI, Fibre Channel, Frame Relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP, Q.921, Token ring.
Physical

(informasi berbentuk bit)

Layer ini menentukan masalah kelistrikan/gelombang/medan dan prosedur/fungsi yang berkaitan dengan link fisik. Seperti tegangan/arus listrik, frekuensi, perubahan fasa, panjang media transmisi, jenis kabel dan konektor RS-232, V.35, V.34, I.430, I.431, T1, E1, 10BASE-T, 100BASE-TX, POTS, SONET, DSL, 802.11a/b/g/n PHY, hub, repeater, fibre optics

 

Komunikasi antar layer

suatu layer dapat berkomunikasi secara vertikal dengan layer lain yang berada tepat di bawah atau di atasnya. Sebagai contoh, layer data link dapat berkomunikasi dengan layer phyisical atau network. Namun layer data link tidak dapat berkomunikasi langsung dengan layer presentation.

Suatu layer juga dapat berkomunikasi secara horizontal dengan layer yang sama pada host lain. Misalnya layer data link berkomunikasi dengan layer data link pada host lain. Komunikasi layer secara horizontal bersifat secara virtual, artinya tidak terjadi secara langsung sebagaimana yang dilakukan pada komunikasi vertikal.

Image

Informasi yang mengalir pada suatu layer ke layer lain akan mengalami perubahan bentuk atau transformasi. Untuk memahaminya, perhatikan ilustrasi berikut.

  • informasi berawal dari layer application. Informasi kemudian melewati layer presentation dan session. Pada tahap ini belum terjadi transformasi data. Informasi yang melalui ketiga layer ini disebut PDU (Protocol Data Unit) atau data saja.
  • Setelah sampai di layer transport, data akan mengalamu transformasi menjadi bentuk lain yang disebut segment.
  • Segment mengalir ke layer Network dan kemudian diubah menjadi packet.
  • Packet mengalir ke layer Data Link dan kemudian diubah menjadi frame
  • frame mengalir ke layer physical dan kemudian diubah menjadi bits. Pada layer ini, bit-bit diubah menjadi besaran fisik seperti arus, tegangan, gelombang elektromagnetik dsb.

Proses “pengubahan bentuk” dari satu layer ke layer berikutnya dilakukan dengan menambah header khusus, inilah yang disebut dengan encapsulation atau enkapsulasi. Proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit. Kemudian bit-bit ini dikirim ke host melalui media jaringan.

Setelah informasi (berupa bit-bit) sampai pada host target, maka proses kebalikannya, yaitu melepas header satu per satu hingga ke layer paling atas. Proses ini dinamakan de-encapsulation atau de-enkapsulasi.

From Mr. Koredianto Usman.

February 6, 2013 § Leave a comment

So here is the thing you have to prepare your self for the examination like this:

1. Attend the class, pay your attention to the lecture, don’t waste your time by attending the class and doing something else. To help you to do this: Remember your parent for every pain they spend for you.

2. Don’t be late, even 1 minute.

There is a psychologically panic of being late even one minute. Not even  10 minutes.

This psychologically panic creates three  troubles for you:

you try to understand what the lecturer says now, and you try to understand what he says before (that you lost).  And you try to think the connection what he says now and what he says before.

This create confusion and hinder you to understand the whole subject of the day.

 

We tolerate your lateness not for you to feel safe of being late. Instead the truth is: it is a punishment for you if you think about it deeply.

 

3. Review the subject after the class. take 30 minutes or 1 hour to review the subject in your leisure time. Force yourself to do so. Cryptography is a beautiful subject.  So, let’s enjoy it.

4. Do a simulation test. You can form a group, each member create 15 to 30 question and exchange question and give a time limit to do the questions.

 

5. Now this is technically important:  during the exam, you SHOULD  answer the EASY questions FIRST. Skip QUESTIONS with calculations because they always need extra time.  Doing EASY QUESTIONS FIRST help you reduce your adrenalin, and give you more confident for next difficult questions. On the other hand, answering DIFFICULT QUESTION FIRST may increase your adrenalin and increase your panic.

 

Good students will have no problem with what we said above.  They even doing better than that.

If you are expecting a good mark without doing good effort and strategy, than you are DREAMING.

Hijab I’m in Love

January 27, 2013 § Leave a comment

from http://ikhlasitt.wordpress.com/2013/01/27/hijab-im-in-love/

sebuah tulisan yang menarik dan inspiratif. terlebih ini adalah tulisan perdana pejuang #IKHLAS2011, sangat layak diapresiasi.

Selamat Menikmati 🙂

————————————————————————————————————————————————————————

Terimakasih Ummi.. Kau Perkenalkan Aku dengan Hijab

Jakarta, 1988-1990..

Saat jilbab masih menjadi hal yang asing. Saat jilbab bahkan dilarang oleh penguasa pada zaman itu. Saat kebanyakan orang memandang jilbab dengan tatapan aneh. Tapi di saat itu, masih ada segelintir orang yang tetap berpegang teguh dengan identitasnya. Jilbab. Ya, sepotong kain yang menjadi identitas mutlak seorang muslimah.

Ela Komalasari, biasa dipanggil Ela. Seorang remaja yang baru saja hijrah dengan identitas barunya. Ya, di masa putih abu-abunya ia memberanikan diri untuk menyempurnakan idnetitasnya sebagai seorang muslimah. Ditengah tatapan sinis ibu kota, kadang ia pun terhempas dengan tekanan-tekanan yang menderanya. Maklum saja, ia masih baru.

“Bismillah.. kuatkan hambaMu ini ya Rabb..” Batinnya mencoba bertahan. Ia percaya bahwa Allah akan senantiasa menolong hambaNya yang berada di jalanNya. Setiap pagi dengan kemeja lengan panjang membentang, rok abu-abu 5 cm dibawah lutut, kaus kaki melapisi hingga 3 cm di atas lutut, dan.. sepotong kain putih yang dipadukan untuk menutup rambutnya yang hitam lebat. Terlihat aneh memang. Mungkin penampilan macam Ela hanya ada 10 : 100 di kota metropolitan ini.

Dengan semangat Ela berangkat pagi-pagi menuju sekolahnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Seperti biasa ia menunggu bus yang biasa membawanya menuju sekolah. Saat ia menaiki bus, semua mata tertuju padanya. Tatapan-tatapan aneh seolah menghujam dirinya. “ih… ada ninja. Haha” beberapa ABG seusianya tak segan menertawakan Ela. “ya Rabb.. kuatkan hamba..”

Di sekolahnpun rintangan terus mendera. Sekolah melarang murid-muridnya mengenakan jilbab di lingkungan sekolah. Mau tak mau, dengan sangat sangat berat, Ela harus melepaskan jilbabnya. “Engkau yang Maha Tahu ya Rabb.. ampuni hamba.” Namun, setelah sekolah usai, Ela kembali megnenakan jilbabnya.

Untungnya Ela memiliki beberapa orang yang sering menguatkannya untuk tetap bertahan. Mba Eni, Mba Novi, merekalah sebagian orang yang juga sama-sama menjunjung identitasnya sebagai seorang muslimah. Walau denga banyak rintangan, Allah tetap menjaga mereka dengan limpahan kasihNya.

Ya… itulah saat revolusi jilbab. Hingga akhirnya saat ini, jilbab bukan menjadi sautu hal yang asing. Bukan suatu hal yang aneh. Bersyukurlah bagi kita yang bisa merasakan perjuangan orang orang terdahulu kita yang berjuang keras hingga akhirnya kita saat ini bisa dengan mudah menampakkan jilbab dimanapun kita mau.

Kisah yang lain pun terjadi di saat yang berbeda. Di saat zaman semakin modern, di saat yang kata orang zaman sudah semakin bebas. Namun… apakah semangat berhijab itu masih segencar saat dulu Ummi? Saat di zaman yang kau rasa penuh banyak rintangan.

Jakarta, 1999…

Aku merasa aneh di tengah keramaian ini. Mengapa hanya aku yang berbeda?? Seragam putih merahku sama. Hanya saja.. “Mi, mengapa hanya aku sendiri yang pakai jilbab? Kok teman-temanku yang lain ga pake Mi?” polos aku bertanya pada Ummi. Saat itu yang kuingat, ummi hanya tersenyum dan kami makan ice cream bersama. Hingga akhirnya aku lupa dengan pertanyaanku tadi. Maklum saja, semasa SD aku sekolah di SD negeri, dan saat itu akupun masih kelas 1 SD. Masih polos…

Jakarta, 2005..

Aku beberapa kali tidak datang ke TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Banyak sekali alasan yang kubuat. Entahlah, saat itu yang kurasa, aku malas sekali. Aku lebih suka ikut bela diri ketimbang ngaji di TPA bersama anak-anak yang usianya jauh di bawahku. Saat itu aku duduk di kelas 1 SMP. Pikirku, masa iya masih terusan ikut TPA, udah tua begini.. mungkin bosan, aku butuh hal yang baru. Mungkin saja, karena aku berstatus sebagai anak TPA dari kelas 2 SD.

Hingga suatu hari, Abi berkata padaku, “Ka, ikut mentoring ya..” pintanya saat kami sedang iseng mengobrol bersama. “apaan tuh Bi mentoring?” tanyaku penasaran. “udah.. dateng aja dulu ya.. besok Abi anterin deh ke tempatnya.” Ucapnya merayu. “nih Abi, bikin penasaran orang aja deh..” batinku berbisik.

Dengan jeans gombrong, kemeja selutut, dan jilbab sekenanya, hari ini aku siap mentoring. Saat di jalan, aku masih memikirkan apa itu mentoring. Kamipun akhirnya sampai di sebuah masjid. Terlihat seorang kaka berjilbab lebar tersenyum sambil menghampiriku. “Yeni, titip Muthi ya..” ucap Abi ke kaka jilbab lebar itu. “iya pak insyaAllah..” jawabnya sambil tersenyum memandangku. “kenapa aku harus dititip-titip?” baitnku bertanya lagi.

Oooo jadi itu toh yang namanya mentoring. Duduk bersama melingkar sambil mendengarkan si kaka bercerita. Kadang timbul tawa, kadang riang celoteh teman-teman. “haha.. asik juga ya mentoring.” Batinku gembira. Sedikit demi sedikit, perubahan mulai tampak pada diriku.

Jakarta, 2008-2011…

Putih abu-abu, menjadi masa perubahan optimal pada diriku. Masa yang dulu sempat juga Ummi rasakan. Hanya saja kini suasana itu berbeda. Sekolah yang letaknya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan kini merupakan salah satu sekolah dengan jumlah wanita yang megnenakan jilbab cukup banyak. Peraturan tak boleh mengenakan jilbab di lingkungan sekolahpun sudah tak ada. Itu hanya berlaku saat itu. Dua puluh tahun silam…

Banyak aku mengenal sosok-sosok luar biasa di sekitarku. Teman-teman yang dengan luar biasa menemukan jalan cintaNya. Teman-teman yang berhijrah dengan kisahnya masing-masing. Kalika, mulai berhijab saat masih duduk di kelas 4 SD, tanpa suruhan, tanpa paksaan. Putri, saat mulai beranjak di bangku SMP, juga dengan kesadaran sendiri. Lili, yang subhanallah sekali saat awal berjumpa di SMA, aku mengenal sosok Lili yang sangat aktif, periang, terlihat lebih cantik dan anggun saat ia dengan mengejutkan setelah liburan lebaran sudah berjilbab. Banyak. Masih banyak lagi orang-orang hebat luar biasa yang kutemui, mereka berjilbab atas dasar kesadarannya karena itu merupakan kewajiban seorang muslimah.

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuan, dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutup jilbabnya ke seluruuh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Q.S Al-Ahzab : 59)

“Mut, lu ga panas apa pake kerudung lebar kaya gitu?” polos seorang teman bertanya. “haha ga kok. Biasa aja.. gw lebih nyaman malahan kalo kaya gini.” Jawabku sekenanya. “emang dari kapan Mut lu pake jilbab?” sejenak aku terdiam…

Sempat terbersit dalam benakku. Ya Rabb, seandainya aku tak terlahir dari Ummi dan Abi, apakah aku akan menjadi seperti sekarang yang sejak dini sudah diperkenalkan tentang Islam oleh kedua orang tuaku?

Tanpa sulit aku pun telah mengenal jilbab dari Ummi.. apakah seandainya aku tak terlahir dari rahimnya, akan kukenakan selembar kain ini?

Kutemukan banyak sekali keindahan dalam jilbab ini. Ummi… terimakasih telah memperkenalkanku dengan hijab. Doakan semoga anak nakalmu ini tetap istiqomah.. aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Oleh :  Fathimah Muthi Luthfiyah

Taujih Ruhiyah : Para Pecinta Fajar

January 27, 2013 § Leave a comment

sunrise_rays

Fajar adalah symbol kemunculan semua kebaikan. Ia adalah lambang kemenangan, Identitas masa muda yang penuh harapan. Fajar terjadi pada waktu yang sangat hening, saat-saat dimana rizki dibagikan. Momen shalat subuh adalah bukti nyata kuatnya iman dan kesuciannya melawan kemunafikan, sebab waktu fajar adalah waktu yang serba sulit bagi manusia.

Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Shubuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.

[HR. Bukhari dan Muslim]

 

Udara Pagi

Dr. Abdul Hamid Dayyah berkata “manfaat kesehatan yang diperoleh orang dengan bangun pagi banyak sekali diantaranya, gas O3 diudara sangat melimpah saat waktu fajar, lalu berkurang sedikit demi sedikit, hingga habis saat matahari terbit. Gas O3 mempunyai pengaruh positif pada urat syaraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang. Ketika seseorang menghirup udara fajar yang dinamakan udara pagi, ia merasakan kenikmatan dan kesegaran tiada taranya dibandingkan dengan waktu dimanapun, baik siang ataupun malam”.

 

Dua Rakaat Shalat Fajar

Dua rakaat shalat fajar adalah shalat sunnah qabliyah (sebelum) Subuh. Shalat ini memiliki keutamaan yang sungguh tinggi. Shalat ini disukai Rasulullah saw, hingga beliau berkata

“Dua rakaat shalat Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”

(HR. Muslim)

“Sungguh dua raka’at shalat fajar lebih aku sukai daripada dunia semua”

(HR Bukhari dan Muslim)

Orang yang mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar tidak masuk neraka

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan siapa saja yang konsisten mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar, ia masuk surga dan dijauhkan dari neraka.

“Siapa yang mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar, ia masuk surga.”

(HR Bukhari dan Muslim)

“Siapapun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (Subuh) dan terbenam (Ashar), tidak akan masuk neraka.”

(HR Muslim)

Imam Al-Manawi berkata,”Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi penekanan khusus pada shalat subuh dan shalat ashar, karena punya nilai lebih dibandingkan dengan shalat-shalat lainnya, atau karena disaksikan malaikat yang bertugas malam dan siang hari, atau karena kedua shalat itu sulit dikerjakan manusia, sebab waktu shalat ashar waktu sibuk sedang waktu subuh waktu sulit. Karenanya barangsiapa memperhatikan kedua shalat itu, ia pasti memperhatikan shalat-shalat lainnya. Barangsiapa mengerjakan kedua shalat itu dengan konsisten, tentu ia lebih konsisten mengerjakan shalat-shalat lainnya dan ia nyaris tidak lalai. Jika ia seperti itu, dosa-dosanya diampuni dan masuk surga.”

Kita amat prihatin pada orang-orang yang mengklaim dirinya dai yang berbai’at kepada Allah subhanallahu wa ta’ala untuk mengemban dakwah. Faktanya mereka manusia paling malas mengerjakan shalat subuh berjama’ah. Hati mereka terbiasa dengan dengan kondisi seperti itu, memandang diri mereka tidak bermasalah jika tidak mengerjakan shalat subuh berjamaah dan tidak menghisab diri mereka atas kelalaian ini. Bagaimana orang mempredikatkan dirinya dai yang mengajak kepada kebaikan, tapi ia tidak punya jiwa yang tidak mengecam perilakunya yang tidak mengerjakan salah satu rukun Islam? apakah ia tidak takut dicap sebagai seorang orang munafik?

solat-subuh

 

Disadur dari buku “Taujih Ruhiyah” Karya Abdul Hamid Al Bilali

inilah alasan aku ada disini… di jalan ini…

January 23, 2013 § Leave a comment

Dakwah itu memperbaiki diri sendiri, perkara orang lain berubah itu pekerjaan Allah.. -aaGym