Taujih Ruhiyah : Para Pecinta Fajar

January 27, 2013 § Leave a comment

sunrise_rays

Fajar adalah symbol kemunculan semua kebaikan. Ia adalah lambang kemenangan, Identitas masa muda yang penuh harapan. Fajar terjadi pada waktu yang sangat hening, saat-saat dimana rizki dibagikan. Momen shalat subuh adalah bukti nyata kuatnya iman dan kesuciannya melawan kemunafikan, sebab waktu fajar adalah waktu yang serba sulit bagi manusia.

Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Shubuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.

[HR. Bukhari dan Muslim]

 

Udara Pagi

Dr. Abdul Hamid Dayyah berkata “manfaat kesehatan yang diperoleh orang dengan bangun pagi banyak sekali diantaranya, gas O3 diudara sangat melimpah saat waktu fajar, lalu berkurang sedikit demi sedikit, hingga habis saat matahari terbit. Gas O3 mempunyai pengaruh positif pada urat syaraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang. Ketika seseorang menghirup udara fajar yang dinamakan udara pagi, ia merasakan kenikmatan dan kesegaran tiada taranya dibandingkan dengan waktu dimanapun, baik siang ataupun malam”.

 

Dua Rakaat Shalat Fajar

Dua rakaat shalat fajar adalah shalat sunnah qabliyah (sebelum) Subuh. Shalat ini memiliki keutamaan yang sungguh tinggi. Shalat ini disukai Rasulullah saw, hingga beliau berkata

“Dua rakaat shalat Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”

(HR. Muslim)

“Sungguh dua raka’at shalat fajar lebih aku sukai daripada dunia semua”

(HR Bukhari dan Muslim)

Orang yang mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar tidak masuk neraka

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan siapa saja yang konsisten mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar, ia masuk surga dan dijauhkan dari neraka.

“Siapa yang mengerjakan shalat subuh dan shalat ashar, ia masuk surga.”

(HR Bukhari dan Muslim)

“Siapapun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (Subuh) dan terbenam (Ashar), tidak akan masuk neraka.”

(HR Muslim)

Imam Al-Manawi berkata,”Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi penekanan khusus pada shalat subuh dan shalat ashar, karena punya nilai lebih dibandingkan dengan shalat-shalat lainnya, atau karena disaksikan malaikat yang bertugas malam dan siang hari, atau karena kedua shalat itu sulit dikerjakan manusia, sebab waktu shalat ashar waktu sibuk sedang waktu subuh waktu sulit. Karenanya barangsiapa memperhatikan kedua shalat itu, ia pasti memperhatikan shalat-shalat lainnya. Barangsiapa mengerjakan kedua shalat itu dengan konsisten, tentu ia lebih konsisten mengerjakan shalat-shalat lainnya dan ia nyaris tidak lalai. Jika ia seperti itu, dosa-dosanya diampuni dan masuk surga.”

Kita amat prihatin pada orang-orang yang mengklaim dirinya dai yang berbai’at kepada Allah subhanallahu wa ta’ala untuk mengemban dakwah. Faktanya mereka manusia paling malas mengerjakan shalat subuh berjama’ah. Hati mereka terbiasa dengan dengan kondisi seperti itu, memandang diri mereka tidak bermasalah jika tidak mengerjakan shalat subuh berjamaah dan tidak menghisab diri mereka atas kelalaian ini. Bagaimana orang mempredikatkan dirinya dai yang mengajak kepada kebaikan, tapi ia tidak punya jiwa yang tidak mengecam perilakunya yang tidak mengerjakan salah satu rukun Islam? apakah ia tidak takut dicap sebagai seorang orang munafik?

solat-subuh

 

Disadur dari buku “Taujih Ruhiyah” Karya Abdul Hamid Al Bilali

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with jleb at keep running in the rain.