7 OSI Layer – Basic Fundamental Networking#1

April 6, 2013 § Leave a comment

untuk memahami dunia jaringan komputer, kita harus mengetahui model referensi standar yang disebut OSI (Open System Interconnections) seven-layer model.

Secara umum model OSI membagi jaringan dalam 7 lapisan. Ke tujuh model OSI adalah

Image

  1. Application
  2. Presentation
  3. Session
  4. Transport
  5. Network
  6. Data Link
  7. Physical

supaya lebih mudah mengingat, kita singkat menjadi Anak Pak Sugito Tidak Nakal Dan Pintar.

Kamu pasti punya cara menyenangkan sendiri untuk menghafalnya. Bisa dengan mengganti nama Pak S***** dengan nama orang lain yang paling fenomenal buat kamu. hehe.. lanjutt,

Keuntungan mengapa model OSI dibuat berlapis-lapis, diantaranya:

  • memudahkan siapa saja (khususnya pemula) untuk memahami cara kerja jaringan komputer secara menyeluruh
  • memecah persoalan komunikasi data yang rumit menjadi bagian-bagian kecil. Sehingga memudahkan proses Troubleshooting
  • memungkinkan vendor/pakar networking untuk mendesain dan mengembangkan hardware/software yang sesuai dengan fungsi/layer tertentu
  • Menyediakan standar interface bagi pengembangan perangkat multi-vendor
  • Adanya abstraksi layer, yang memudahkan pengembangan teknologi masa depan.

kalau kamu ingin menguasai networking atau ingin mengikuti tes CCNA, maka memahami model OSI adalah keharusan. Sangat dianjurkan untuk menghafal dan memahami fungsi masing-masing layer (cemungudh eaaa).

Layer Fungsi Contoh Protokol
Application

(informasi berbentuk data)

Menyediakan servis bagi berbagai aplikasi network NNTP, HL7, Modbus, SIP, SSI, DHCP, FTP, Gopher, HTTP, NFS, NTP, RTP, SMPP, SMTP, SNMP, Telnet
Presentation
(informasi berbentuk data)
Mengatur konversi dan translasi berbagai format data, seperti kompresi dan enkripsi TDI, ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG, ASCII7
Session

(informasi berbentuk data)

Mengatur sesi (session) yang melipuri establishing (memulai sesi), maintaining (mempertahankan sesi), dan terminating (mengakhiri sesi) antar entitas yang dimiliki oleh Presentation layer SQL, X Window, Named Pipes (DNS), NetBIOS, ASP, SCP, OS Scheduling, RPC, NFS, ZIP
Transport

(informasi berbentuk segment)

Menyediakan end-to-end communication protocol. Bertanggung jawab atas “keselamatan data” dan “segmentasi data”, seperti : mengatur flow control (kendali aliran data), error detection (deteksi error), dan correcting (koreksi) dan data sequencing (ukuran data) dan size of the packet (ukuran paket) TCP, SPX, UDP, SCTP, IPX
Network

(informasi berbentuk packet)

Menentukan rute yang dilalui oleh data. Layer ini menyediakan logical addressing (pengalamatan logika) dan path determination (penentuan rute) IPX, IP, ICMP, Ipsec, ARP, RIP, IGRP, BGP, OSPF, NBF, Q.931
Data Link

(informasi berbentuk frame)

Menentukan pengalamatan fisik (hardware address), error notification (pendeteksi error), frame flow control (kendali aliran frame) dan topologi network.

Ada dua sublayer pada data link, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC)

LLC mengatur komunikasi seperti error notification dan flow control.

Sedangkan MAC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi antar-adapter

802.3 (Ethernet), 802.11a/b/g/n MAC/LLC, 802.1Q (VLAN), ATM, CDP, HDP, FDDI, Fibre Channel, Frame Relay, SDLC, HDLC, ISL, PPP, Q.921, Token ring.
Physical

(informasi berbentuk bit)

Layer ini menentukan masalah kelistrikan/gelombang/medan dan prosedur/fungsi yang berkaitan dengan link fisik. Seperti tegangan/arus listrik, frekuensi, perubahan fasa, panjang media transmisi, jenis kabel dan konektor RS-232, V.35, V.34, I.430, I.431, T1, E1, 10BASE-T, 100BASE-TX, POTS, SONET, DSL, 802.11a/b/g/n PHY, hub, repeater, fibre optics

 

Komunikasi antar layer

suatu layer dapat berkomunikasi secara vertikal dengan layer lain yang berada tepat di bawah atau di atasnya. Sebagai contoh, layer data link dapat berkomunikasi dengan layer phyisical atau network. Namun layer data link tidak dapat berkomunikasi langsung dengan layer presentation.

Suatu layer juga dapat berkomunikasi secara horizontal dengan layer yang sama pada host lain. Misalnya layer data link berkomunikasi dengan layer data link pada host lain. Komunikasi layer secara horizontal bersifat secara virtual, artinya tidak terjadi secara langsung sebagaimana yang dilakukan pada komunikasi vertikal.

Image

Informasi yang mengalir pada suatu layer ke layer lain akan mengalami perubahan bentuk atau transformasi. Untuk memahaminya, perhatikan ilustrasi berikut.

  • informasi berawal dari layer application. Informasi kemudian melewati layer presentation dan session. Pada tahap ini belum terjadi transformasi data. Informasi yang melalui ketiga layer ini disebut PDU (Protocol Data Unit) atau data saja.
  • Setelah sampai di layer transport, data akan mengalamu transformasi menjadi bentuk lain yang disebut segment.
  • Segment mengalir ke layer Network dan kemudian diubah menjadi packet.
  • Packet mengalir ke layer Data Link dan kemudian diubah menjadi frame
  • frame mengalir ke layer physical dan kemudian diubah menjadi bits. Pada layer ini, bit-bit diubah menjadi besaran fisik seperti arus, tegangan, gelombang elektromagnetik dsb.

Proses “pengubahan bentuk” dari satu layer ke layer berikutnya dilakukan dengan menambah header khusus, inilah yang disebut dengan encapsulation atau enkapsulasi. Proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit. Kemudian bit-bit ini dikirim ke host melalui media jaringan.

Setelah informasi (berupa bit-bit) sampai pada host target, maka proses kebalikannya, yaitu melepas header satu per satu hingga ke layer paling atas. Proses ini dinamakan de-encapsulation atau de-enkapsulasi.

Advertisements

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Unified Communication Laboratory IT Telkom at keep running in the rain.